Published on 2022
ABSTRAK Astriana, 2022. Interpretasi Simbol Dalam Novel Gugur Bunga Kedaton Karya Wahyu Haryono (Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur). Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Prof. Dr. Anshari, M.Hum. dan Dr. Hajrah, S.S., M.Pd). Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi simbol budaya yang terdapat dalam Novel Gugur Bunga Kedaton dengan menggunakan tiga langkah yaitu pemahaman simbol, pemberian makna simbol dan pemikiran simbol. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Data penelitian ini adalah kata, frasa dan klausa dalam Novel Gugur Bunga Kedaton Karya Wahyu Haryono yang dikaji menggunakan kajian Hermeneutika Paul Ricoeur. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, menyajikan data, dan melakukan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya (1) interpretasi simbol budaya melalui pemahaman simbol (2) interpretasi simbol budaya melalui pemberian makna simbol dan (3) interpretasi simbol budaya melalui pemikiran simbol. Ketiga langkah interpretasi tersebut merupakan usaha menemukan makna terselubung dalam simbol budaya pada teks dalam Novel Gugur Bunga Kedaton. Pada tahap pemahaman, simbol dimaknai secara mendasar dan hanya terbatas pada pengetahuan interpreter. Pada tahap pemberian makna, simbol dimaknai setingkat lebih tinggi dari level semantik. Pada tahap pemikiran, simbol akan dimaknai tidak hanya sebatas pemahaman interpreter melainkan juga dari data terkait. Pada tahap ini juga akan menjelaskan perubahan atau pergeseran makna simbol dari masa ke masa. Simbol budaya yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh aktivitas manusia yang ditransmisikan ke generasi selanjutnya. Aktivitas yang dimaksud berupa ide, tindakan langsung, dan artefak, yang digambarkan dalam teks dan diinterpretasikan berdasarkan konteks. Pemanfaatan ajian atau ilmu kebatinan dalam pertarungan merupakan aktivitas kebudayaan yang berwujud suatu ide atau gagasan, pemahaman tentang ilmu kebatinan dan dunia persilatan adalah dua hal yang tak terpisahkan dan sangat berkaitan satu sama lain. Sementara saat ini, ilmu kebatinan sudah tidak dimanfaatkan dalam pertarungan. Wujud kebudayaan dalam bentuk tindakan satu di antaranya adalah tapa kungkum yang berupa ritual bertapa yang dilakukan sambil berendam di dalam air, sebagai syarat utama mencari ilmu kadigdayan. Serta kebudayaan dalam bentuk artefak adalah cundrik yang dikenal sebagai senjata elit kaum perempuan zaman dahulu yang berbentuk keris kecil. Keseluruhan simbol kebudayaan memberi gambaran tentang seluruh aktivitas di Kerajaan Majapahit dan Demak abad ke XV-XVI. Kata kunci : Ricoeur, simbol, kebudayaan
* Catatan:
Karya ilmiah ini hanya menampilkan sebagian isi dokumen. Akses penuh dibatasi untuk menjaga hak cipta serta ketentuan akses repository. Untuk mendapatkan akses lengkap, silakan menghubungi pengelola perpustakaan.